SLEBORZ. Pameran Tunggal Mufti Priyanka a.k.a. Amenk

PADI ARTGROUND 360°ARTIST SERIES

SLEBORZ – Pameran Tunggal Mufti Priyanka a.k.a. Amenk

24 Juni 2011 – 8 Juli 2011
dikuratori oleh : Rifandy Priatna

di Padi Artground
Jl. Ir H. Juanda/Dago 329 Bandung

Pembukaan : Jum’at, 24 Juni 2011
pukul : 16.00 WIB

Dibuka oleh : Heri Sutresna (Ucok Homicide)

dimeriahkan pula oleh :
Anjing Balada
Marabunta
Mati Gabah Jasus

Artist Talk :
Selasa, 5 Juli 2011
Pukul 15.00 WIB

Pengantar Esai :
Chabib Duta Hapsoro, Heri Sutresna, Dida Ibrahim, M. Akbar

bawa uang lebih yah, karena akan ada merchandise-merchandise ciamik yang akan membuat kawan-kawan sekalia semakin trendi nan legowo.. c u there… xoxo! – Amenk

——–
kunjungi :
http://padiartground.wordpress.com/
http://muftypriyanka.deviantart.com/

ikuti :
@amenkcoy
@padiartground

——————————————————————————————-

didukung oleh: Omuniuum, Koprasi Cicak Slebor, Manstrale posters, Wawbaw | rekan media: Deathrocktar, Wastedrockers, Provoke!, The Bastards of Young, Indie Bandung, Formagz.com, JakartaBeat.net, Gigsplay, MusikBandung, Uncluster.com

——————————————————————————————-

” SLEBORZ “

” Only jokes that have a purpose run the risk of meeting with people who do not want to listen to them “

(Freud, Jokes and Their Relation to the Unconscious, 1905)]

Ada banyak hal yang dapat kita rasakan ketika berhadapan dengan karya Mufti Priyanka. Ada rasa sebal, kesal, ada yang senang, ada yang kemudian mengernyitkan dahi dan kemudian merenung, ada pula yang mungkin tersenyum atau bahkan tertawa.  Karya-karya Amenk memang sangat terbuka untuk berbagai interpretasi. Beberapa terkesan sangat serius, beberapa terkesan sangat santai, urakan dan beberapa terkesan sangat misterius. Akan tetapi apapun yang ingin disampaikan oleh ameng melalui karyanya, hal tersebut selalul diungkapkan dengan gaya bahasa yang satir. Satir, kata ini mungkin terdengar asing bagi kita. Sesuatu yang mungkin saja kita hadapi tiap hari tapi tidak disadari. Tapi satir adalah hal yang biasa terdapat dalam beberapa hal misalnya sastra, film, drama, politik, musik, dan lain-lain. Bahkan tulisan-tulisan, ilustrasi, komik yang ada di majalah, koran, ataupun tabloid terkadang juga bergaya satir. Satir adalah suatu gaya yang sangat jamak dan lumrah dipakai dalam berbagai keperluan.  Satir juga menjadi sebuah gaya ungkap yang bisa kita temukan dengan mudah. Gaya yang blak-blakan, menyentil, menyindir, mengolok-olok, konyol, melecehkan dan menertawakan kebodohan, sifat-sifat, serta apa saja yang bisa disentil. Karenanya tidak heran apabila kali pertama kita berhadapan dengan karya Amenk kesan yang tertangkap adalah urakan, konyol dan kadang terlihat gegabah. Atau dalam kata lain Slebor.  Kata slebor disini dimaksudkan sebagai sebuah frase yang mampu menggambarkan keseluruhan kesan dan bahasa visual yang digunakan sebagai bahasa penyampaian dari karya-karya Amenk. Karenanya kata tersebut digunakan sebagai tajuk dari pameran tunggal Amenk kali ini.


Mufti Priyanka. 
Mufti Priyanka atau yang lebih dikenal dengan sebutan Amenk adalah seorang seniman yang pada kehidupan sehari-harinya aktif berprofesi sebagai ilustrator, desainer dan musisi. Karya-karya Amenk juga dapat kita temui pada sampul album dari beberapa band indie di Indonesia, poster perhelatan musik serta merchandise dari beberapa band indie tersebut. Amenk adalah seorang seniman yang memiliki perspektif yang unik dalam memandang kehidupan dan pengalaman sehari-harinya. Berbagai macam kegiatan yang ia lakukan juga memberikan dampak terhadap bagaimana ia memandang persoalan. Majalah, ilustrasi dan komik lokal terbitan  tahun 70’an  adalah sumber inspirasinya. Bagi Amenk visual yang tampak, gaya ungkap, tata bahasa, alur cerita dan ilustrasi yang terdapat pada majalah dan komik-komik tersebut memberikan arti tersendiri. Hal tersebut dapat terlilhat pada berbagai karya-karya Amenk yang kebanyakan menggambarkan sosok figur manusia menggunakan tinta cina diatas kertas. Kepekaan dan kejelian Amenk terlihat dalam bagaimana ia membentuk identitas dari masing-masing sosok yang terdapat dalam karyanya. Mulai dari pakaian yang sangat detail, atribut, gestur hingga ekspresi muka dari kedua sosok tersebut. Lewat tarikan garisnya yang luwes Amenk memberikan kesan yang sangat natural dan wajar pada sosok-sosok tersebut. Bentuk – bentuk organik dan beberapa tulisan serta kalimat dalam bahasa Inggris dengan susunan dan tata bahasa yang masih menggunakan bahasa Indonesia ataupun dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan ejaan lama dapat kita temukan pada karya Amenk. Melihat cara dan gaya ungkap karya Amenk, beberapa dari kita mungkin akan teringat pada gambar-gambar yang biasa menghiasi bagian belakang truk dan kendaraan umum di Indonesia. Dan sebagian dari kita mungkin juga akan teringat akan gaya ungkap dari bahasa visual karya seni pop era 60’an.  Akan tetapi melalui gaya bahasa, pengalaman serta cara amenk mengungkapkan persepektifnya, kita dapat melihat perpaduan yang seimbang dari kedua hal tersebut. Perpaduan yang membuat cara Amenk berbagi realitas memberikan pengalaman yang unik bagi kita.

cek karya-karya Amenk lainnya di http://muftypriyanka.deviantart.com/

Review pameran SLEBORZ

http://www.uncluster.com/IN/news/sleborz-pameran-tunggal-mufti-priyanka-amenk/